Pasca BBM Langka, Pemkab Buleleng Pastikan Stok Pangan Aman

Satgas-Ketahanan-Pangan-PijarTimes
Satgas Ketahanan Pangan Buleleng Saat Meninjau Harga Pangan

PIJARTIMES.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat masih aman di tengah isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pasokan kebutuhan pokok ke pasar-pasar dilaporkan tetap lancar, sementara harga komoditas relatif stabil.

Kepastian tersebut diperoleh melalui pemantauan yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng di sejumlah pasar, termasuk Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar Singaraja. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Anggota Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng yang juga Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya, Ni Made Atmadewi, mengatakan pemantauan dilaksanakan bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Bagian Perekonomian dan Pembangunan, kepolisian, serta TNI.

Saat dikonfirmasi pada Senin (19/10/2026), Atmadewi menjelaskan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran pangan kepada masyarakat tetap terjaga.

“Untuk saat ini, kondisi distribusi pangan aman dan lancar. Stok juga masih mencukupi dan harga relatif stabil. Kami berharap masyarakat Buleleng tidak panik karena pemerintah sedang bekerja untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Baca Juga:  Pasokan BBM Buleleng di Bawah 50 Persen, Sutjidra Desak Pertamina Tambah Alokasi

Menurutnya, persoalan BBM perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi transportasi dan pengiriman barang. Karena itu, pemantauan berkala terus dilakukan guna mengetahui perkembangan pasokan dan mengantisipasi gangguan distribusi yang dapat berdampak pada kebutuhan pokok masyarakat.

IKLAN
Advertisement

Masyarakat Diimbau Tidak Borong Bahan Pangan

Selain memantau stok dan harga, Pemkab Buleleng mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi kelangkaan pangan yang belum terverifikasi. Pembelian dalam jumlah berlebihan dikhawatirkan memicu lonjakan permintaan secara mendadak dan mengganggu keseimbangan pasokan di pasar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, berbelanja sesuai kebutuhan, dan tidak menyetok bahan pangan secara berlebihan. Mari bersama-sama menjaga kelancaran distribusi agar kebutuhan seluruh masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.

Pemantauan di Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar Singaraja juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengendalikan inflasi. Melalui kegiatan tersebut, Satgas dapat mengetahui perkembangan harga komoditas secara langsung serta mengidentifikasi potensi kenaikan harga yang tidak wajar atau gangguan pasokan pada jenis pangan tertentu.

Hasil pemantauan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan instansi terkait apabila ditemukan perubahan kondisi pasar yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Gubernur Bali Koster Traktir Ratusan Siswa SMPN 13 Denpasar Nasi Jinggo

Peternakan Desa Dukung Ketersediaan Protein Hewani

Dari sisi pemenuhan kebutuhan protein hewani, ketersediaan telur dan daging ayam di Buleleng juga dipastikan masih dapat dipenuhi. Salah satu faktor pendukungnya adalah pemanfaatan alokasi 20 persen dana desa untuk program ketahanan pangan.

Terpopuler