Sejumlah desa di Buleleng telah menggunakan program tersebut untuk mengembangkan usaha peternakan, termasuk ayam pedaging dan ayam petelur. Pengembangan usaha ini diharapkan dapat memperkuat produksi pangan lokal sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Penguatan ketahanan pangan berbasis desa dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah. Selain mendukung ketersediaan bahan pangan, usaha peternakan juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mencermati kondisi produksi sejumlah komoditas pertanian, terutama sayuran, yang mulai terdampak kemarau berkepanjangan. Penurunan produksi pada beberapa jenis sayuran berpotensi memengaruhi ketersediaannya di pasaran.
Namun, kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu ketersediaan bahan pangan pokok secara keseluruhan. Masyarakat masih memiliki alternatif sayuran lain yang tersedia di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemkab Buleleng mengajak masyarakat tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, tidak melakukan penimbunan, serta mengutamakan informasi resmi dari pemerintah. Melalui pemantauan rutin, koordinasi lintas instansi, dan penguatan produksi pangan lokal, pemerintah daerah berupaya menjaga pasokan serta stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah persoalan distribusi BBM.



