Pemprov Bali juga meminta dukungan personel TNI untuk membantu operasional SPBU dan kepolisian untuk mengawal truk tangki BBM dari Depo Manggis dan Sanggaran menuju SPBU sekaligus menjaga keamanan di lokasi pengisian.
Selain itu, diterapkan pembatasan volume pengisian BBM maksimal tiga liter untuk kendaraan roda dua dan 20 liter untuk kendaraan roda empat. Sistem ganjil-genap kemudian diberlakukan pada 17–19 Oktober sebelum akhirnya diperpanjang hingga 23 Oktober 2026.
Stok BBM Bali dan Arahan Menteri ESDM
Dalam rapat koordinasi pada 19 Oktober 2026, Menteri ESDM menyampaikan bahwa ketersediaan BBM nasional diperkirakan mencukupi untuk 16–20 hari ke depan. Dengan kondisi tersebut, pasokan BBM ke daerah semestinya dapat terjaga.
Berdasarkan data per 19 Oktober 2026, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga melaporkan stok BBM di Bali terdiri atas 30,136 juta liter Pertalite, yang diperkirakan cukup untuk 11 hari; 11,045 juta liter Pertamax untuk delapan hari; 1,752 juta liter Biosolar untuk lima hari; dan 10,356 juta liter Solar untuk 11 hari.
Menteri ESDM memerintahkan Direktur Utama Pertamina dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan volume pengiriman BBM ke Bali agar stok tersedia untuk memenuhi kebutuhan sekurang-kurangnya selama 15 hari.
Menteri ESDM juga mengingatkan bahwa Bali merupakan destinasi pariwisata dunia. Gangguan ketersediaan BBM di Bali berpotensi berdampak negatif terhadap citra Bali dan Indonesia di mata masyarakat internasional.
Karena itu, alokasi BBM untuk Bali diminta mendapat perhatian serius. Pertamina juga diminta memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi ke SPBU, merespons kebutuhan di lapangan dengan cepat, serta memperkuat pengawasan terhadap operasional SPBU agar kejadian serupa tidak terulang.



