PIJARTIMES.COM, JAKARTA – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 menjadi momentum bagi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memperkuat dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui penyediaan fasilitas olahraga yang berkualitas.
Sebanyak 25 Sekolah Rakyat Tahap II kini dilengkapi lapangan sepak bola dan jogging track yang dirancang dengan mengacu pada parameter teknis lapangan sepak bola internasional. Fasilitas tersebut tidak hanya menjadi pelengkap kawasan pendidikan, tetapi juga disiapkan sebagai ruang bagi siswa untuk membangun pola hidup sehat sekaligus mengembangkan sportivitas, disiplin, karakter, serta potensi prestasi olahraga.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk kehadiran negara untuk memberikan akses pendidikan sekaligus fasilitas yang layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Menurutnya, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa sekolah. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera,” kata Menteri Dody.
93 Sekolah Rakyat Tahap II Dibangun
Kementerian PU telah menyelesaikan pembangunan 93 Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai wilayah Indonesia. Selain bangunan pendidikan, proyek tersebut juga mencakup penyediaan sejumlah sarana pendukung, termasuk fasilitas olahraga.
Dari 93 sekolah tersebut, 32 di antaranya memiliki lapangan sepak bola. Sebanyak 25 sekolah dilengkapi lapangan sepak bola sekaligus jogging track, sedangkan tujuh lainnya memiliki lapangan sepak bola tanpa jogging track.
Khusus 25 fasilitas yang dilengkapi jogging track, pembangunan dilakukan dengan memperhatikan sejumlah parameter teknis lapangan sepak bola internasional. Aspek yang diperhatikan antara lain ukuran lapangan, sistem drainase, kualitas permukaan atau rumput, serta fasilitas pendukung aktivitas olahraga.
Bidang lapangan sepak bola berukuran 105 meter x 68 meter, mengacu pada standar FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). Mengelilingi lapangan tersebut, dibangun jogging track dengan lebar standar internasional dan dilengkapi lapisan karet atau rubber.
Keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan siswa memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas, mulai dari berlari dan latihan kebugaran hingga kegiatan ekstrakurikuler olahraga.
Kualitas lapangan juga didukung sistem drainase berlapis untuk memastikan air dapat mengalir dengan baik dan menjaga kondisi permukaan lapangan. Sistem drainase menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan lapangan sepak bola yang direkomendasikan FIFA.
Sementara permukaan lapangan menggunakan rumput jenis Zoysia matrella yang dirancang untuk memberikan permukaan yang nyaman dan aman bagi aktivitas olahraga siswa.

