De Gadjah menilai pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Bagi Bali, ketersediaan listrik yang andal sangat penting untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dunia usaha, dan industri pariwisata.
“Bali adalah daerah pariwisata dunia. Keandalan pasokan listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting, baik bagi masyarakat, dunia usaha, maupun sektor pariwisata. Kita tentu tidak ingin gangguan kelistrikan yang besar kembali menghambat aktivitas masyarakat,” katanya.
Ia berharap pengembangan PLTS dibarengi dengan penguatan jaringan listrik, sistem penyimpanan energi, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Dengan demikian, ketahanan energi Bali dapat meningkat dan risiko gangguan pasokan listrik bisa ditekan.
“Kita ingin Bali semakin kuat secara energi, semakin ramah lingkungan, dan semakin siap menghadapi kebutuhan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Buka Peluang bagi Anak Keluarga Kurang Mampu
Perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di Bali juga menjadi salah satu hal yang diapresiasi De Gadjah. Saat ini, terdapat dua Sekolah Rakyat yang menjadi perhatian, yakni Sekolah Rakyat di Kabupaten Tabanan dan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Karangasem.
Sekolah Rakyat di Tabanan telah melaksanakan kegiatan pendidikan sejak 2025. Sementara itu, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Tulamben, Karangasem, mulai menggelar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah pada Juli 2026.
Pembangunan fasilitas pendidikan di Karangasem memiliki nilai kontrak sekitar Rp255,5 miliar. Sarana yang disiapkan mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA, dilengkapi asrama serta fasilitas penunjang lainnya.
Bagi De Gadjah, program Sekolah Rakyat memberikan peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
“Saya sangat mengapresiasi program Sekolah Rakyat. Karena bagi saya, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan meraih cita-cita hanya karena orang tuanya tidak mampu,” ujarnya.
Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Latar belakang ekonomi keluarga, menurutnya, tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Anak petani, anak buruh, anak pedagang kecil, maupun anak dari keluarga yang hidup dalam keterbatasan harus memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil. Kita tidak boleh membiarkan kemiskinan menjadi penghalang masa depan mereka,” katanya.
De Gadjah berharap keberadaan kedua Sekolah Rakyat tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pemerataan akses pendidikan di Bali.
“Membangun sekolah bukan sekadar membangun gedung. Kita sedang membangun harapan, membuka kesempatan, dan mempersiapkan masa depan anak-anak bangsa. Kalau pendidikan mereka baik, peluang untuk memperbaiki kehidupan keluarganya juga semakin besar,” tambahnya.
Tetap Kritis terhadap Kekurangan Pemerintah
Meski mengapresiasi sejumlah capaian, De Gadjah menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah tidak berarti mengabaikan persoalan yang belum terselesaikan.



