“Untuk apa kita membuat kegiatan anggaran di dalam APBD di dalam tahun berikutnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tujuannya kita kan menyelesaikan masalah,” tegasnya kembali.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan terhadap sejumlah aspek, mulai dari progres pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan pekerjaan fisik, hingga realisasi keuangan.
Evaluasi tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan kegiatan tetap sejalan dengan target kinerja dan rencana anggaran kas yang telah ditetapkan. Selain itu, identifikasi terhadap deviasi atau penyimpangan antara target dan realisasi fisik maupun keuangan diperlukan agar langkah perbaikan dapat segera dilakukan.
“Selanjutnya kami mohon arahan Bapak Bupati terkait dengan terkait dengan identifikasi dan evaluasi deviasi fisik dan keuangan. selanjutnya langkah-langkah pemenuhan deviasi fisik dan deviasi keuangan. Serta pada bulan November kami agendakan untuk kunjungan kerja di triwulan keempat untuk melihat langsung progres di lapangan. Sebagai laporan, tim pengadaan pembangunan secara rutin sudah melakukan monitoring dan pengawasan lapangan, terutama terhadap program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas Pemkab. Badung,” papar I Made Agus Aryawan.
Ia menambahkan, tim pengadaan pembangunan secara rutin telah melaksanakan pemantauan dan pengawasan langsung di lapangan, terutama terhadap program serta kegiatan strategis yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Kunjungan kerja pada November mendatang juga direncanakan untuk meninjau perkembangan pelaksanaan program pada triwulan IV. Melalui rangkaian evaluasi dan pengawasan tersebut, Pemkab Badung berharap pelaksanaan anggaran semakin efektif, kendala di lapangan dapat segera ditangani, dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat.



