KPK Ganjar Bali Penghargaan

Gubernur Bali Wayan Koster menerima penghargaan dari KPK RI
Gubernur Bali Wayan Koster menerima penghargaan dari KPK RI

PIJARTIMES.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Bali sebagai daerah dengan kontribusi teraktif dalam mendukung pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026.

 

Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Bali Wayan Koster dalam peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

 

Ketua KPK RI Setyo Budiyanto mengapresiasi dukungan dan kecepatan Pemprov Bali dalam menyediakan data SPI Pendidikan 2026. Menurut dia, kontribusi Bali dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain.

 

“Kita harap gubernur daerah lain bisa mengikuti apa yang sudah baik dilakukan seperti Gubernur Bali, yang kontribusinya dalam kecepatan mengirimkan data ini luar biasa. Jadi, yang tercepat dalam penyediaan data dan patut menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Setyo.

 

Setyo menjelaskan, SPI Pendidikan merupakan instrumen untuk memetakan kondisi integritas di lingkungan pendidikan, mulai dari karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, hingga tata kelola.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Perkuat Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan

 

SPI Pendidikan 2026 melibatkan lebih dari 45.000 satuan pendidikan dan sekitar 951.000 responden di seluruh Indonesia. Hasil survei tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kebijakan pencegahan korupsi melalui sektor pendidikan.

 

IKLAN
Advertisement

Menurut Setyo, integritas tidak hanya berkaitan dengan pencegahan korupsi, tetapi juga harus dibangun melalui kebiasaan jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan adil dalam kehidupan sehari-hari.

 

Hal itu dapat dimulai dari lingkungan sekolah, seperti tidak menyontek, tidak memalsukan tugas, tidak memanipulasi nilai, berani mengakui kesalahan, menghormati hak orang lain, serta menggunakan fasilitas sekolah secara bertanggung jawab.

 

“Sekolah yang mengajarkan kejujuran harus menerapkannya dalam proses pembelajaran dan penilaian,” kata Setyo.

 

Plh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Dian Novianthi memaparkan hasil SPI Pendidikan 2026 di hadapan sejumlah menteri dan kepala daerah. Survei tersebut menjadi instrumen untuk memetakan kondisi integritas pendidikan sekaligus mendorong terbentuknya sumber daya manusia dan ekosistem pendidikan yang berintegritas.

 

Bali Masuk Kategori Adaptif

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Manggarai

 

Berdasarkan hasil SPI Pendidikan 2026, Indeks Integritas Pendidikan Provinsi Bali tercatat sebesar 74,08 dan masuk kategori Adaptif.

 

Sementara itu, skor sembilan kabupaten/kota di Bali berada pada kisaran 76–79. Buleleng mencatat skor tertinggi dengan 79,06, disusul Tabanan 78,85, Bangli 77,39, Klungkung 77,09, Karangasem 76,93, Denpasar 76,92, Gianyar 76,52, Jembrana 76,40, dan Badung 76,26.

 

Lima daerah masuk kategori Adaptif, yakni Karangasem, Denpasar, Gianyar, Jembrana, dan Badung. Adapun Buleleng, Tabanan, Bangli, dan Klungkung berada dalam kategori Korektif.

 

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat budaya integritas dan tata kelola pendidikan sekaligus mendorong pemerataan peningkatan integritas di seluruh wilayah Bali.

Terpopuler