25 Tahun Partai Demokrat, Suasta Ingatkan Kerja Nyata

Perayaan-HUT-Demokrat-Pijartimes
Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPD Partai Demokrat Bali pada Rabu (9/9)

Ia menilai kondisi masyarakat saat ini sudah berbeda. Tingkat literasi politik yang semakin tinggi membuat masyarakat dapat menilai partai bukan hanya dari janji politik, tetapi juga dari keberanian mereka membela kepentingan publik.

“Tingkat kesadaran orang itu semakin meningkat. Kalau pembelaan publik (Demokrat) bagus, maka orang akan hormat,” ungkapnya.

Karena itu, Suasta mendorong pengurus Demokrat Bali untuk mengubah pola kerja politik dengan lebih sering berada di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut bukan sekadar menyerap aspirasi, tetapi juga mengambil sikap dan melakukan pembelaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, jika Demokrat mampu kembali aktif dalam isu publik, peluang untuk mendapatkan perhatian masyarakat akan terbuka. Dalam jangka panjang, langkah tersebut diyakini dapat menjadi modal untuk memperbaiki perolehan suara pada Pemilu 2029.

“Pengurus-pengurus Demokrat harus turun melakukan pembelaan publik,” ungkapnya.

Mudarta: Konsolidasi Harus Berujung Kerja Nyata

Sementara itu, dalam sambutan Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta yang dibacakan Utami Dwi Suryadi, disampaikan bahwa HUT ke-25 Demokrat mengusung tema “Demokrat Bersama Rakyat: Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, dan Menjaga Demokrasi.”

Tema tersebut, menurut Mudarta, menjadi penegasan bahwa Demokrat lahir dari rakyat dan harus terus bekerja untuk kepentingan rakyat, baik ketika berada di pemerintahan maupun di luar pemerintahan.

“Selama 25 tahun kita berjuang, ada pasang surut, ada menang dan ada kalah. Namun, semangat pro-rakyat tidak pernah padam,” kata Mudarta.

Mudarta meminta kader Demokrat Bali tidak berhenti pada agenda konsolidasi organisasi. Kader harus memperbanyak aktivitas di lapangan dengan mendengarkan langsung keluhan masyarakat sekaligus memperjuangkan solusi konkret.

“Artinya, kita harus selalu turun ke bawah, mendengarkan keluh kesah rakyat, dan berjuang untuk memberikan solusi yang nyata,” ujarnya.

Ia juga menjadikan usia 25 tahun sebagai momentum evaluasi dan pembenahan internal. Kebersamaan antarkader dinilai perlu diperkuat agar konsolidasi tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata.

“Untuk berbuat kebaikan, bekerja nyata, dan menjaga konsolidasi sesama kader Partai Demokrat,” katanya.

Bagi Demokrat Bali, tantangan menuju Pemilu 2029 kini bukan sekadar bagaimana mempertahankan organisasi, melainkan bagaimana mengembalikan relevansi partai di mata masyarakat. Setelah pernah memiliki 11 kursi DPRD Bali pada 2009 dan kini tersisa tiga kursi, kerja nyata serta keberanian mengambil posisi dalam isu publik akan menjadi salah satu ujian penting bagi Demokrat Bali.

Baca Juga:  Golkar Tarik 3 Anggota Pansus TRAP, Anggas Soroti Mekanisme

 

Terpopuler