25 Tahun Partai Demokrat, Suasta Ingatkan Kerja Nyata

Perayaan-HUT-Demokrat-Pijartimes
Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPD Partai Demokrat Bali pada Rabu (9/9)

PIJARTIMES.COM, DENPASAR – Seperempat abad perjalanan Partai Demokrat menjadi momentum refleksi bagi kader di Bali. Di tengah perayaan hari jadi ke-25, muncul sorotan agar Demokrat tidak hanya sibuk dengan konsolidasi internal, tetapi kembali menunjukkan keberpihakan melalui isu-isu yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Suasana sederhana dan penuh kekeluargaan mewarnai peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat Provinsi Bali di kantor partai, Jalan Ir Juanda, Sumerta Kelod, Denpasar, Rabu (9/9/2026).

Puluhan kader, pengurus, dan simpatisan hadir sejak pagi. Warna biru langit yang menjadi identitas Demokrat tampak mendominasi ruangan. Rangkaian acara diisi pemotongan tumpeng dan nyanyian selamat ulang tahun bersama.

Sejumlah pengurus dan sesepuh Demokrat Bali turut hadir, di antaranya Bendahara DPD Partai Demokrat Bali Utami Dwi Suryadi, Pengurus Partai Demokrat Agung Kartika, serta tokoh sekaligus pendiri Demokrat Bali Dewa Bagus Badra. Sementara sejumlah elite Partai Demokrat Bali lainnya mengikuti perayaan yang dipusatkan di Jakarta.

Suasana peringatan kemudian semakin cair dengan pertunjukan bondres, kesenian lawak khas Bali yang mengundang tawa para kader dan pengurus.

Baca Juga:  KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini, Isu Keberadaan di Kantor BIN Disorot

25 Tahun Demokrat: Dari 11 Kursi Kini Tersisa 3

IKLAN
Advertisement

Di balik perayaan ulang tahun, perjalanan elektoral Demokrat di Bali menyimpan catatan yang tidak ringan. Sejak pertama kali mengikuti Pemilu 2004 hingga Pemilu 2024, jumlah kursi Demokrat di DPRD Provinsi Bali mengalami perubahan yang cukup drastis.

Pada Pemilu 2004, Demokrat berhasil memperoleh tiga kursi. Lima tahun kemudian, kekuatan partai meningkat tajam dengan meraih 11 kursi DPRD Bali pada Pemilu 2009.

Perolehan tersebut sempat menempatkan Demokrat sebagai salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Bali, bersama PDI Perjuangan dan Golkar.

Namun, kejayaan itu tidak mampu dipertahankan. Pemilu 2014 mencatat penurunan menjadi delapan kursi. Tren tersebut semakin tajam pada Pemilu 2019 ketika Demokrat hanya memperoleh empat kursi.

Pada Pemilu 2024, Demokrat kembali kehilangan satu kursi dan kini hanya memiliki tiga kursi di DPRD Provinsi Bali.

Penurunan tersebut menjadi pekerjaan rumah serius bagi partai, terlebih menjelang Pemilu 2029. Bagi kader senior Demokrat, persoalannya bukan semata-mata soal perolehan kursi, tetapi juga seberapa jauh partai hadir dan terdengar ketika masyarakat menghadapi persoalan.

Baca Juga:  Demokrat Bali Bantu Wujudkan Jalan Warga Sangketan

Jangan Hanya Hadir Saat Pemilu

Kader senior sekaligus mantan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Putu Suasta, menilai salah satu persoalan yang membuat Demokrat kehilangan daya tarik di mata publik adalah minimnya suara partai dalam sejumlah isu penting.

Menurut Suasta, Demokrat seharusnya mengambil posisi lebih jelas dalam persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari lingkungan, UMKM, upah buruh, tenaga kerja hingga masalah sampah.

Ketika partai tidak hadir dalam perdebatan mengenai persoalan tersebut, kata Suasta, publik akan semakin sulit melihat apa yang diperjuangkan Demokrat.

Terpopuler