“Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang berkenan, mohon dipahami karena kami pun manusia biasa yang merasa lelah dan capek. Mari kita bersama-sama menjalani situasi ini dengan bijak, tidak saling menyalahkan. Biarkan pimpinan kita yang mencari solusinya, kami di sini menjalankan tugas dan perintah pelayanan,” pungkasnya.
Aksi PHRI dan Pramuka Bali ini menambah rangkaian gerakan solidaritas di tengah antrean BBM di Denpasar. Sebelumnya, sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat juga melakukan kegiatan berbagi untuk membantu warga serta petugas yang terdampak situasi tersebut.
Kolaborasi antara organisasi pariwisata, kepemudaan, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus menjaga suasana tetap kondusif. Di tengah tantangan distribusi BBM, kepedulian terhadap sesama menjadi salah satu upaya untuk memastikan aktivitas pelayanan dan kehidupan masyarakat tetap berjalan.



