“Bukan hanya sistematis dalam bekerja, tapi memahami kinerja yang baik sebagai Aparatur Sipil Negara. Harus lebih responsif dan lebih tepat dalam mengerjakan kebijakan ke depannya,” imbuhnya.
Psikotes tersebut merupakan kerja sama Fakultas Kedokteran Unud dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemprov Bali. Kegiatan pemetaan profil psikologis pejabat eksekutif itu berlangsung pukul 09.00–12.00 WITA dan diikuti 40 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Bali.



