Sementara itu, penanganan TPA Lhok Tujoh di Kabupaten Aceh Timur diarahkan pada pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 320 meter serta penataan sampah yang telah ada di lokasi.
Pemulihan Layanan Sanitasi Dipercepat
Kepala BPBPK Aceh Tommy Permadhi mengatakan, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan agar fasilitas sanitasi yang terdampak bencana dapat kembali beroperasi dengan kapasitas dan fungsi yang lebih baik.
“Penanganan ini kami lakukan untuk mempercepat pemulihan layanan persampahan pascabencana. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan target, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar Tommy.
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah kabupaten menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan agar penanganan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Pemantauan juga terus dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan keberlanjutan fungsi infrastruktur.
Kementerian PU berharap pemulihan fasilitas TPA di tujuh kabupaten tersebut dapat memperkuat layanan persampahan, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengurangi potensi pencemaran di wilayah terdampak bencana.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kementerian PU dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dasar melalui semangat “2 Tahun Gerak Nyata”. Melalui pembangunan dan perbaikan fasilitas sanitasi, pemerintah berupaya memastikan pelayanan publik kembali optimal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.



