Andre Rosiade: MBG Masih Dibutuhkan Masyarakat, Pengawasan dan Keamanan Pangan Harus Diperketat

Andre-Rosiade-PijarTimes
Anggota DPR RI Andre Rosiade

Ia turut mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk kamera pengawas atau CCTV dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), untuk membantu memantau kegiatan operasional dapur serta mengidentifikasi potensi pelanggaran.

“Kalau ada pelanggaran SOP, harus segera diketahui dan ditindaklanjuti. Keamanan makanan bagi anak-anak harus menjadi prioritas,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Cakupan Program dan Tantangan Gizi

Andre menyebut jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai sekitar 59 juta orang. Besarnya cakupan tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan pengawasan dan evaluasi yang memadai agar kualitas pelaksanaan tetap terjaga.

Ia menilai pemerintah perlu memastikan makanan yang disediakan tidak hanya tersedia dalam jumlah yang mencukupi, tetapi juga diolah dan didistribusikan secara aman serta memenuhi standar gizi.

Dalam pembahasannya, Andre turut menyinggung persoalan stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Ia mengutip angka prevalensi stunting nasional sebesar 19 persen dan Sumatera Barat sebesar 24 persen sebagai gambaran persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, upaya pemenuhan gizi membutuhkan perencanaan yang matang, pengawasan ketat, dan evaluasi secara berkala agar program dapat berjalan sesuai tujuan.

“Program ini harus terus diperbaiki. Kekurangan harus dibenahi, pengawasan harus diperketat, dan standar operasional harus dipatuhi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Andre.

Andre berharap pemerintah dapat menjaga kesinambungan MBG dengan terus meningkatkan mutu penyelenggaraannya. Perluasan akses makanan bergizi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap keselamatan para penerima manfaat.

Ia menegaskan bahwa evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo terhadap program tersebut perlu memperhatikan sejumlah aspek secara menyeluruh, mulai dari jangkauan penerima, kualitas layanan, keamanan pangan, hingga manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dengan evaluasi dan pengawasan yang konsisten, pelaksanaan MBG diharapkan dapat terus diperbaiki agar tujuan pemenuhan gizi masyarakat tercapai tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.

Terpopuler