Menurut Suyasa, pertandingan final memberikan gambaran bahwa kemampuan dan mental bertanding sebuah tim dapat berkembang sepanjang kompetisi. Ia mencontohkan Teja Harum, tim asal Desa Tejakula, yang sebelumnya mengalami kekalahan telak 6-1 dari tim asal Desa Patas pada laga pembuka Bupati Cup. Namun, saat kembali bertemu dalam partai final, Teja Harum mampu memberikan perlawanan ketat dan bahkan sempat memimpin jalannya pertandingan.
“Pemain yang akan disaring oleh PSSI Buleleng lewat tim pemandu bakat, diharapkan bisa menaikkan grade skill, mental, dan fisik,” kata Suyasa yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng.
Ia menjelaskan, kemampuan teknik bukan satu-satunya aspek yang menjadi pertimbangan dalam penjaringan pemain. Kondisi fisik juga akan menjadi perhatian, mengingat selama turnamen berlangsung sejumlah pemain mengalami kram. Situasi tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya daya tahan dan kesiapan fisik untuk menghadapi kompetisi dengan intensitas tinggi.
Setelah rangkaian Pra Porprov selesai, PSSI Buleleng akan menerima daftar nama pemain yang telah dipantau tim pemandu bakat. Nama-nama tersebut selanjutnya akan mengikuti proses seleksi untuk menentukan pemain yang masuk dalam skuad inti sepak bola Buleleng menuju Porprov Bali 2027.
Melalui Bupati Cup 2026, PSSI Buleleng berharap dapat menemukan pemain yang tidak hanya memiliki keterampilan bermain yang baik, tetapi juga kebugaran fisik, mental bertanding yang kuat, serta semangat juang untuk bersaing dan mengharumkan nama Buleleng di tingkat provinsi.



