Bima Arya Ajak Bundo Kanduang Wariskan Adat dan Nilai Agama Minangkabau

Bundo-Kanduang-PijarTimes
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto

PIJARTIMES.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak Perkumpulan Bundo Kanduang untuk terus menjaga kelestarian adat istiadat dan nilai-nilai agama Minangkabau. Peran tersebut dinilai penting untuk mempertahankan identitas budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda di tengah perubahan zaman.

Pesan itu disampaikan Bima saat menghadiri kegiatan Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Provinsi Jawa Barat yang berkolaborasi dengan Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Provinsi DKI Jakarta dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional dan Hari Kanker Payudara Sedunia di Gedung SMESCO, Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Dalam sambutannya, Bima menilai Bundo Kanduang memiliki kontribusi besar dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai adat dan agama di tengah masyarakat Minangkabau. Peran tersebut juga berkaitan dengan terpeliharanya hubungan antargenerasi, ikatan nagari, serta jaringan masyarakat Minang di perantauan.

“Karena Bundo Kanduang, nilai agama dan adat masih dimuliakan, jejaring perantauan dan juga ikatan nagari masih dimuliakan, dan karena Bundo Kanduang ada inovasi, ada daya tahan, ada daya juang dari seluruh anak-anak Minang di perantauan,” ujar Bima.

Baca Juga:  Pengelolaan Sampah Bali Didorong Berbasis Sumber

Ia mencontohkan ketangguhan masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi berbagai bencana, termasuk gempa bumi dan banjir. Kemampuan masyarakat untuk bangkit dari situasi sulit, menurutnya, tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur yang terus dipertahankan.

Dalam konteks tersebut, Bundo Kanduang dinilai memiliki posisi strategis untuk merawat tradisi sekaligus memastikan nilai adat dan agama tetap menjadi pedoman kehidupan generasi berikutnya.

IKLAN
Advertisement

Bima juga mengingatkan besarnya peran tokoh-tokoh Minangkabau dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Nama-nama seperti Mohammad Hatta, Haji Agus Salim, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Rasuna Said, dan Mohammad Natsir menjadi contoh kontribusi masyarakat Minangkabau dalam berbagai bidang kehidupan nasional.

Menurutnya, warisan intelektual dan semangat pengabdian para tokoh tersebut perlu diteruskan oleh generasi muda. Karena itu, organisasi Bundo Kanduang diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bima berharap kiprah masyarakat Minangkabau semakin dikenal di tingkat internasional, tidak hanya melalui kekayaan kuliner dan kesenian tradisional, tetapi juga melalui pemikiran, inovasi, serta pencapaian ekonomi.

Baca Juga:  KPU Gianyar Monitoring Pemilihan Ketua OSIS Serentak

“Saya mendoakan Minangkabau dan Bundo Kanduang semakin mendunia. Mendunia bukan saja tari piringnya, mendunia juga bukan saja nasi Kapau-nya, tapi mendunia pemikiran-pemikirannya, mendunia prestasi-prestasi ekonominya,” katanya.

Lebih lanjut, Bima menyoroti pentingnya peran Bundo Kanduang dalam membimbing Generasi Z agar mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri. Generasi muda memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di berbagai bidang, tetapi perlu dibekali akhlak yang baik serta pemahaman yang kuat terhadap adat istiadat.

Terpopuler