PIJARTIMES.COM, GIANYAR – Bali United U16 mengawali laga kandang di Elite Pro Academy (EPA) One U16 musim 2026/2027 dengan kemenangan dramatis. Bermain di Bali United Training Center, Gianyar, Sabtu (17/10/2026) pagi, Serdadu Tridatu Muda menundukkan Deltras FC U16 dengan skor tipis 3-2.
Striker Bali United U16, Qaiz Isfahan, menjadi bintang kemenangan setelah memborong tiga gol alias hattrick pada babak pertama. Ia mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-9, ke-16, dan ke-21.
Keunggulan tiga gol membuat Bali United berada di atas angin. Namun, Deltras FC bangkit pada babak kedua melalui gol Raffi Leon pada menit ke-54 dan Nabil Zhafran lima menit berselang, sehingga skor berubah menjadi 3-2.
Situasi semakin menegangkan setelah Bali United harus kehilangan dua pemain. Kapten Putu Lukas Oprandi menerima kartu merah langsung pada menit ke-59, disusul Gede Bagus Kevin Raditya Jaya yang diusir dari lapangan setelah menerima kartu kuning kedua.
Bermain dengan sembilan pemain selama sisa pertandingan, skuad asuhan Edi Supriyono harus bekerja keras mempertahankan keunggulan demi mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Mental Pemain Jadi Evaluasi
Pelatih Bali United U16, Edi Supriyono, menilai persoalan mental dan konsentrasi pemain masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Menurutnya, tekanan pertandingan dan rasa percaya diri berlebihan berpotensi memengaruhi performa tim.
“Ini adalah situasi yang terjadi di tim U16 dari musim lalu yaitu masalah mental. Ketika pemain dalam under pressure, maka mental terganggu dan kehilangan fokus. Selain itu juga mereka mungkin overconfident sehingga di babak kedua terjadi gol dari lawan dan pelanggaran yang merugikan tim,” ucap Coach Edi.
Ia menjelaskan, permainan Bali United pada babak pertama sudah berjalan sesuai dengan skema taktik yang diberikan selama latihan. Hal tersebut terlihat dari keberhasilan tim mencetak tiga gol dalam 21 menit pertama.
Akan tetapi, situasi berubah setelah turun minum. Kebobolan dua gol dan kehilangan dua pemain membuat Bali United harus berjuang ekstra untuk mempertahankan kemenangan hingga peluit akhir.
“Ini yang menjadi catatan serius untuk kami dari tim pelatih perbaiki. Bagaimana pun mereka pemain muda yang masih bisa dibentuk untuk semakin berkembang menjadi lebih baik lagi di masa mendatang,” terang pelatih yang dulu bermain untuk Bali Devata ini.
Qaiz Isfahan Tunjukkan Potensi
Di tengah evaluasi terhadap performa tim, Edi juga mengapresiasi penampilan Qaiz Isfahan yang mampu mencetak tiga gol sekaligus pada pertandingan tersebut.
Ia mengungkapkan, Qaiz merupakan pemain yang direkomendasikan oleh rekannya dari Makassar. Sosok tersebut juga sebelumnya berperan membawa Rahmat Arjuna bergabung dengan Bali United.
Setelah mendapat kesempatan menjalani trial, Qaiz dinilai mampu beradaptasi dengan skema permainan tim dan memperlihatkan potensi untuk terus berkembang.
“Qaiz sendiri merupakan pemain rekomendasi dari teman di Makassar, yang secara kebetulan juga yang membawa Rahmat Arjuna ke Bali United. Setelah kami ajak untuk trial di sini, ternyata dia (Qaiz) bisa tampil mengikuti skema kami dan memiliki potensi untuk terus berkembang menjadi lebih baik,” tutup Coach Edi.



