Edukasi Sampah Dimulai dari Sekolah
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut positif apresiasi pemerintah pusat tersebut. Ia mengatakan edukasi kepada anak-anak menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dini.
“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan Bapak Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi beban sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir. Karena itu, edukasi kepada masyarakat, termasuk anak-anak di sekolah, terus kami perkuat,” ujar Arya Wibawa.
Praktik pengelolaan sampah di SDN 5 Pedungan tidak berhenti pada kegiatan menabung sampah. Bank Sampah Gema Pelita juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran agar siswa memahami pentingnya pemilahan sampah dari rumah.
Ketua Bank Sampah Gema Pelita, Dede Mahandra, mengatakan siswa dilibatkan bersama keluarganya untuk memilah sampah dari rumah sebelum dibawa ke bank sampah.
“Anak-anak menabung sampah bersama keluarganya. Mereka memilah sampah dari rumah, kemudian sampah yang sudah dipilah ditabung di bank sampah,” jelasnya.
Untuk sampah organik, pengolahan dilakukan di lingkungan sekolah melalui tebe modern, komposter, lubang biopori, hingga pengembangan eco enzyme.
Siswa juga dilibatkan sebagai Gema Pelita Ranger. Mereka membantu proses penimbangan sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada teman-temannya mengenai pengelolaan sampah.
Dede mengatakan edukasi dilakukan secara rutin melalui berbagai kegiatan sekolah. Layanan penimbangan sampah juga dilaksanakan secara berkala sehingga aktivitas bank sampah tetap berjalan dan menjadi kebiasaan bagi siswa maupun keluarga.
“Kami juga melakukan edukasi setiap pagi. Pada saat purnama dan tilem, kami melaksanakan kegiatan Bank Sampah Gema Pelita,” pungkasnya.