Puskesmas Mengwi I Jemput Bola Rawat Pasien Bedridden

puskesmas-mengwi-badung-PijarTimes
Petugas Puskesmas Mengwi I Saat Melakukan Pelayanan Homecare

PIJARTIMES.COM, BADUNG – Pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan kondisi bedridden atau hanya dapat beraktivitas di tempat tidur terus diperkuat UPTD Puskesmas Mengwi I, Badung. Petugas kesehatan turun langsung ke rumah warga untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Layanan homecare tersebut menjangkau masyarakat di sembilan desa yang masuk dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Mengwi I. Program ini menjadi salah satu bentuk pelaksanaan program prioritas kesehatan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Mantap Nak Badung.

Kepala UPTD Puskesmas Mengwi I, dr. M. Ngurah Arya Yogie Khrsna, mengatakan pelayanan homecare dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Badung agar puskesmas memberikan perhatian langsung kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan mobilitas.

“Berdasarkan instruksi Bapak Bupati terkait program prioritas dalam visi dan misi beliau, puskesmas wajib turun memberikan pelayanan homecare kepada masyarakat yang mengalami bedridden. Di wilayah kerja kami, ada sekitar tujuh kasus yang harus dirawat secara rutin sesuai kebutuhan pasien,” ujar Kepala UPTD Puskesmas Mengwi I, dr. M. Ngurah Arya Yogie Khrsna, Senin (5/10/2026).

Baca Juga:  Perumda dan OPD Denpasar Bagikan 300 Nasi Bungkus

Sebelum seorang pasien ditetapkan sebagai penerima layanan homecare, tim medis terlebih dahulu melakukan verifikasi Activity Daily Living (ADL). Penilaian ini digunakan untuk mengukur sejauh mana pasien masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

“Pasien dengan nilai ADL di bawah 60 menjadi salah satu indikator untuk memastikan kondisi bedridden dan kebutuhan perawatan lebih lanjut”, imbuh Ngurah Arya.

IKLAN
Advertisement

Selain memberikan perawatan dari rumah ke rumah, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan melalui program CKG Mantap Nak Badung. Pemeriksaan tersebut dilengkapi dengan lipid profile untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan pasien secara lebih menyeluruh.

“Kami juga melakukan pemeriksaan lipid profile untuk mengetahui status kesehatan pasien secara lebih lengkap,” jelasnya.

Tak hanya aspek medis, Puskesmas Mengwi I turut melakukan pendataan kebutuhan operasional bagi pasien bedridden di sembilan desa wilayah kerjanya. Pendataan tersebut berkaitan dengan kebutuhan DOKK yang dapat mencakup popok, pispot, nutrisi susu, kursi roda hingga kasur angin.

Baca Juga:  Arya Wibawa Pimpin Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Ngurah Arya menjelaskan, kondisi bedridden kerap membutuhkan perhatian dan pembiayaan yang tidak sedikit dari keluarga. Karena itu, kunjungan langsung menjadi penting untuk memastikan kebutuhan pasien dapat diketahui secara lebih akurat.

“Pasien bedridden membutuhkan biaya dan perhatian keluarga yang cukup besar. Karena itu, kami hadir langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasien sekaligus memastikan kebutuhan perawatannya,” terangnya.

Pelaksanaan homecare sekaligus menjadi upaya Puskesmas Mengwi I mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada warga yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, dokter penanggung jawab juga didorong untuk terlibat langsung dalam kunjungan ke rumah pasien. Dengan turun ke lapangan, kondisi pasien dapat dilihat secara langsung sehingga penanganan maupun perawatan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Terpopuler