Ni Luh berharap penguatan program, penataan pengalaman pengunjung, serta kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata dan masyarakat dapat mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan menjelajahi destinasi di sekitarnya. Dengan begitu, manfaat pariwisata diharapkan turut dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat setempat.
“Lebih dari itu, nilai spiritual, perdamaian, dan harmoni yang diusung festival ini menjadi pesan universal yang relevan bagi dunia. Kita ingin Prambanan tidak hanya dikenal karena kemegahan warisan sejarahnya, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan budaya yang memperkuat toleransi, keharmonisan, dan persahabatan antarbangsa,” tambah Ni Luh.

