Bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman petik anggur, pengelola menetapkan tiket masuk Rp10 ribu untuk pengunjung dewasa. Anak-anak berusia di atas lima tahun dikenakan tarif Rp5 ribu, sedangkan anak-anak di bawah lima tahun dapat masuk secara gratis. Tiket masuk tersebut sudah termasuk kesempatan mencicipi anggur.
Adapun anggur yang dipetik dan dibeli pengunjung dijual dengan harga Rp80 ribu per kilogram untuk seluruh varietas yang tersedia.
Made Sujana berharap Krisna Grape semakin dikenal, terutama di kalangan pencinta anggur. Ia juga mendorong calon pembeli untuk datang langsung ke kebun karena kapasitas usahanya saat ini belum memungkinkan untuk melayani permintaan daring maupun sistem pembayaran di tempat atau cash on delivery (COD) dalam jumlah besar.
“Kalau ada permintaan banyak melalui online, kami belum bisa melayani. Jadi saya berharap para pencinta anggur datang langsung ke sini, mencicipi dan merasakan sendiri buahnya,” pungkasnya.
Pemerintah Desa Dorong Pengembangan Wisata Pertanian
Dukungan terhadap pengembangan wisata petik anggur juga disampaikan Perbekel Desa Pejarakan, I Made Astawa. Ia mengatakan pemerintah desa berkomitmen membantu mengembangkan potensi usaha masyarakat, termasuk budidaya anggur yang kini mulai diarahkan menjadi daya tarik wisata.
Dukungan tersebut dilakukan melalui pendampingan kepada pelaku usaha, fasilitasi promosi, serta dorongan agar petani dan pelaku budidaya anggur membentuk kelompok. Dengan adanya kelompok usaha, pengelolaan kebun dan pemasaran produk diharapkan dapat berjalan lebih terkoordinasi serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemerintah desa juga berupaya memperkenalkan potensi wisata petik anggur melalui media informasi desa dan membantu memfasilitasi akses pengunjung menuju lokasi kebun.
Menurut Astawa, pengembangan wisata berbasis pertanian dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Selain memberikan nilai tambah terhadap hasil budidaya, kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong tumbuhnya usaha lokal.
Keberadaan Krisna Grape diharapkan menjadi salah satu contoh pengembangan potensi desa yang memadukan sektor pertanian dan pariwisata. Dengan dukungan masyarakat serta promosi yang berkelanjutan, wisata petik anggur di Pejarakan berpeluang menjadi pilihan rekreasi sekaligus sarana edukasi pertanian bagi pengunjung.



