Ia kemudian mengingatkan bahwa kemampuan individu yang menonjol tidak selalu menjamin keberhasilan apabila tidak disertai kemauan untuk bekerja sama. Sebaliknya, orang dengan kemampuan yang biasa sekalipun dapat menghasilkan capaian yang lebih baik apabila mampu berkolaborasi secara efektif dengan orang lain.
“Daripada banyak orang cemerlang dan brilian tapi tidak bisa kerja sama, lebih baik orang yang biasa-biasa saja tapi bisa bekerja sama dengan baik. Itu pelajaran ribuan tahun peradaban manusia,” tandas Presiden.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan dan kinerja pemerintahan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan personal. Sinergi, komunikasi, dan kesediaan untuk saling mendukung menjadi unsur penting agar berbagai program dan kebijakan dapat dijalankan secara terkoordinasi.
Dalam sidang yang menandai dua tahun pertama pemerintahannya itu, Prabowo kembali menempatkan semangat pengabdian, kerja keras, dan kebersamaan sebagai landasan bagi Kabinet Merah Putih untuk melaksanakan tugas negara.
Penghargaan yang disampaikan Presiden sekaligus menjadi penegasan mengenai pentingnya menjaga soliditas di lingkungan pemerintahan. Bagi Prabowo, keberhasilan tidak hanya bergantung pada keunggulan individu, tetapi juga pada kemampuan seluruh jajaran untuk bergerak bersama demi kepentingan bangsa dan negara.



