Ia mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya menyasar anak muda dan pelaku UMKM, tetapi juga ibu rumah tangga yang ingin memanfaatkan waktu untuk kegiatan produktif.
“Sasaran kami adalah UMKM, anak-anak muda dan ibu-ibu rumah tangga. Di sela-sela kesibukan di rumah, tidak ada salahnya mereka juga bisa berkarya dan menghasilkan cuan secara konsisten,” ujarnya.
Hana menambahkan, peserta tidak diwajibkan memiliki jumlah pengikut tertentu. Materi pelatihan disesuaikan dengan tingkat pengalaman dan kemampuan masing-masing peserta.
Peserta pemula akan mendapatkan materi dasar mengenai pembuatan konten. Sementara itu, peserta yang telah memiliki pengalaman diarahkan untuk mendalami strategi penjualan serta pemanfaatan konten secara lebih efektif.
Materi yang dikembangkan mencakup berbagai bidang, seperti produk UMKM, kuliner, memasak, fesyen, tata rias, kesehatan, pariwisata, hingga layanan jasa, termasuk penata rambut.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan sejumlah peluang monetisasi digital, antara lain program affiliate untuk produk lokal maupun luar daerah serta kerja sama endorsement.
Siapkan Pendampingan dan Bootcamp
Yayasan De Gadjah dan Folago juga menyiapkan pendampingan lanjutan bagi peserta setelah pelatihan. Pendampingan dapat dilakukan secara langsung maupun daring melalui fasilitas yang disediakan Yayasan De Gadjah.
Dari peserta yang mengikuti program, nantinya akan dipilih antara satu hingga lima orang yang dinilai memiliki potensi dalam bidang penjualan dan pengembangan konten. Mereka akan memperoleh pembinaan khusus serta berpeluang bergabung dengan tim Yayasan De Gadjah melalui pendampingan Folago.
Apabila jumlah kreator potensial telah memenuhi kebutuhan, TikTok direncanakan turut dilibatkan dalam proses seleksi berikutnya.
Dari target keseluruhan sekitar 500 peserta, program ini menargetkan pemilihan sekitar 100 orang untuk mengikuti bootcamp intensif selama lima hari.
“Kami berharap program ini bisa terus berkembang dan melahirkan kreator-kreator baru dari Bali yang tidak hanya kreatif membuat konten, tetapi juga mampu menjadikan konten sebagai peluang ekonomi,” kata Hana.
Yayasan De Gadjah Siapkan Program Edukasi Gratis
De Gadjah mengatakan, pelatihan kreator konten merupakan salah satu dari berbagai program edukasi yang disiapkan Yayasan De Gadjah. Sejumlah kegiatan lain yang akan dikembangkan mencakup pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), public speaking, Bali Kopi Festival, serta berbagai seminar edukasi.
“Yayasan De Gadjah punya banyak program untuk masyarakat. Ada Bali Kopi Festival, public speaking, pemanfaatan AI dan seminar-seminar lainnya. Semuanya gratis. Jadi saya mengajak masyarakat, khususnya anak-anak muda Bali, jangan takut belajar dan jangan takut mencoba,” ujarnya.
Ia berharap program-program tersebut dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperluas pengetahuan, membangun jejaring, dan menemukan peluang baru melalui perkembangan teknologi.
“Yang penting kita mau belajar. Jangan hanya melihat perkembangan teknologi dari jauh. Mari kita manfaatkan untuk berkarya, untuk usaha dan untuk masa depan,” pungkas De Gadjah.
