“Kami mengembalikan para lulusan ini kepada orang tua dan lingkungan masing-masing untuk mengabdi. Kami berharap mereka bisa bekerja dengan baik dan memberikan kontribusi nyata,” ujar Suwindia.
Suwindia menjelaskan, kampus terus berupaya mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencetakan tenaga kerja, tetapi juga mendorong mahasiswa agar memiliki kemampuan membangun usaha secara mandiri. Menurutnya, sebagian besar mahasiswa bahkan telah bekerja atau mulai merintis usaha ketika masih menjalani perkuliahan.
Untuk memastikan mutu pendidikan tetap terjaga, IAHN Mpu Kuturan juga melakukan evaluasi berkelanjutan melalui sistem penjaminan mutu dan tracer study. Langkah ini dilakukan untuk memantau perkembangan lulusan, termasuk perjalanan karier serta penyerapan mereka di dunia kerja.
Pada acara yang sama, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, memberikan apresiasi terhadap perkembangan IAHN Mpu Kuturan yang telah bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut.
Menurutnya, perubahan status kelembagaan tersebut menjadi salah satu modal untuk mengembangkan institusi lebih lanjut, termasuk membuka peluang peningkatan status menjadi universitas.
Wamenag juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, memiliki karakter yang kokoh, dan siap mengabdikan kemampuan mereka bagi bangsa dan negara.
Wisuda 2026 ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki tahap kehidupan berikutnya dengan bekal ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Mereka diharapkan mampu mengembangkan potensi secara mandiri sekaligus mengambil peran dalam pembangunan daerah dan nasional.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya tercermin dari gelar yang disandang, tetapi juga dari kemampuan seseorang menerapkan ilmunya, menciptakan peluang, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.



