Ke depan, ia berharap kerajinan bambu tidak hanya berkembang sebagai usaha kreatif, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia.
Pemdes Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif
Perbekel Sinabun, Nyoman Sumanada, menilai kerajinan bambu yang dikembangkan masyarakat merupakan salah satu peluang ekonomi kreatif yang patut mendapat perhatian. Usaha tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat Desa Sinabun yang sebagian besar menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian dalam arti luas, termasuk perkebunan dan peternakan.
Menurutnya, ketersediaan bambu yang melimpah di wilayah desa dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha produktif. Dengan pengolahan dan inovasi yang tepat, bahan baku yang sebelumnya belum memberikan nilai tambah dapat diubah menjadi produk bernilai jual.
“Harapannya inovasi pengrajin ini bisa memberdayakan masyarakat, menyerap tenaga kerja, dan membuat bahan baku yang tersedia di wilayah desa menjadi memiliki nilai ekonomis,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pengembangan usaha kerajinan bambu berpotensi melibatkan lebih banyak warga. Selain menjadi tenaga kerja dalam proses produksi, masyarakat yang memiliki tanaman bambu juga dapat berperan sebagai pemasok bahan baku.
Dengan keterlibatan tersebut, manfaat ekonomi diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pengrajin, tetapi juga menyebar kepada masyarakat yang berada dalam rantai usaha, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran produk.
Untuk mendukung pengembangan potensi tersebut, pemerintah desa berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan pengrajin. Dukungan itu antara lain berupa pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas produksi, penyediaan peralatan yang lebih modern, serta perluasan akses pemasaran.
Produk kerajinan bambu asal Sinabun juga telah beberapa kali memperoleh kesempatan tampil dalam pameran di tingkat kabupaten maupun provinsi. Keikutsertaan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan karya masyarakat sekaligus mempromosikan potensi Desa Sinabun dan Kabupaten Buleleng.
Nyoman Sumanada berharap dukungan terhadap pengrajin dapat diperkuat, khususnya dalam penyediaan peralatan yang mampu mempercepat proses produksi sehingga usaha dapat berkembang lebih optimal.
“Harapan kami pemerintah atau instansi terkait bisa membantu, terutama alat-alat yang lebih canggih sehingga proses pengerjaan kerajinan bisa lebih cepat,” harapnya.
Pengembangan Manasa Handycraft menjadi contoh bagaimana kreativitas masyarakat dapat membuka peluang ekonomi berbasis potensi desa. Dengan dukungan peralatan, tenaga kerja, dan pemasaran yang lebih luas, kerajinan bambu Sinabun berpeluang tumbuh menjadi usaha yang tidak hanya mempertahankan sentuhan budaya Bali, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.



