Upawana menjelaskan, pelatihan daur ulang sampah juga memberikan kesempatan kepada ibu-ibu PKK untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat karena penguatan wawasan kebangsaan dan budaya literasi membutuhkan dukungan bersama. Peran pemerintah perlu berjalan beriringan dengan keterlibatan keluarga, tenaga pendidik, dan organisasi kemasyarakatan.
Sejumlah unsur yang terlibat di antaranya TP PKK, IGTKI, K3S, para guru, organisasi wanita, organisasi kepemudaan, serta pihak terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat kegiatan bagi anak-anak, keluarga, dan masyarakat.
“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar ke depannya kegiatan dapat diselenggarakan dengan lebih baik. Harapan kami, melalui kegiatan ini, kecintaan terhadap tanah air semakin tumbuh, kreativitas anak-anak semakin berkembang, dan budaya literasi semakin kuat di masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Denpasar mendorong pembentukan karakter generasi muda melalui penguatan literasi, pengenalan sejarah perjuangan bangsa, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan. Sinergi antara pemerintah, keluarga, pendidik, dan masyarakat diharapkan dapat melahirkan generasi yang kreatif, berwawasan luas, dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
Pada hari yang sama, Sagung Antari bersama Ayu Kristi Arya Wibawa juga meninjau sejumlah perlombaan dalam rangkaian Festival Seni dan Budaya Tahun 2026 Kelurahan Sumerta. Kegiatan tersebut berlangsung di sisi timur panggung Arda Candra, kawasan Taman Budaya Art Center Denpasar.



