Putri Koster Dorong Posyandu Perkuat Pelayanan Masyarakat di Enam Bidang SPM

Putri Koster saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XII Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (14/9/2026).
Putri Koster saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XII Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (14/9/2026).

PIJARTIMES, DENPASAR — Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali,  Putri Koster, mendorong penguatan peran Posyandu di Bali sebagai pusat pelayanan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal tersebut disampaikan Putri Koster saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XII Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (14/9/2026).

Menurut Putri Koster, paradigma Posyandu telah mengalami perubahan mendasar. Posyandu yang sebelumnya identik dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak, seperti penimbangan bayi dan balita, kini memiliki cakupan pelayanan yang lebih luas.

Enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Perluasan peran Posyandu tersebut, kata Putri Koster, harus diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi kader. Sebab, kader Posyandu berada di tengah masyarakat dan berinteraksi langsung dengan keluarga sehingga memiliki posisi strategis dalam mengenali sekaligus membantu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Baca Juga:  Dua Kali Absen Panggilan KPK, Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia

“Kader Posyandu tidak cukup hanya memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga harus mampu menjadi edukator, motivator, sekaligus fasilitator bagi masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan,” ujarnya.

IKLAN
Advertisement

Ia menambahkan, kader Posyandu diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, menjaga kelestarian lingkungan, mendorong pendidikan anak, memperkuat kepedulian sosial, serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam berbagai program pemerintah.

Dengan demikian, kader tidak hanya berperan sebagai pelaksana pelayanan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat.

Peran tersebut dinilai penting karena pembangunan yang berkualitas berawal dari keluarga yang sehat, lingkungan yang tertata, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya.

“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Putri Koster juga mengajak seluruh peserta mengikuti Bimtek dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta bertukar pengalaman antarkader.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Manggarai

Ia menekankan agar pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang Bimtek, tetapi diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

“Ilmu yang diperoleh selama Bimtek ini agar dapat diterapkan di wilayah masing-masing. Jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Terpopuler