PIJARTIMES.COM, BULELENG – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Buleleng mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 melalui kejuaraan sepak bola Bupati Cup. Turnamen ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaring pemain potensial yang akan diproyeksikan memperkuat tim sepak bola Kabupaten Buleleng.
Bupati Cup resmi dibuka oleh Ketua Umum Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa, pada Minggu (11/10/2026) di Lapangan Mayor Metra, Singaraja. Ajang tersebut sekaligus menjadi sarana bagi tim pencari bakat untuk memantau kemampuan pemain dari sejumlah klub lokal.
Gede Suyasa menjelaskan, penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan tindak lanjut arahan KONI agar setiap cabang olahraga mulai melakukan penjaringan atlet sejak dini. Persiapan tersebut dinilai penting mengingat Buleleng akan menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027.
Dalam Bupati Cup kali ini, sebanyak delapan klub mendapat undangan untuk berpartisipasi. Peserta terdiri atas empat klub dari Liga 1, dua klub Liga 2, dan dua klub Liga 3. Selama turnamen berlangsung, tim pencari bakat akan mengevaluasi kemampuan pemain untuk menentukan kandidat yang layak masuk dalam skuad Buleleng.
“Ini akan kami kombinasikan, antara pemantauan melalui kejuaraan dan observasi langsung oleh tim pemantau bakat. Siapa tahu ada pemain bagus dari kegiatan lain, tetapi klubnya saat ini tidak bisa mengikuti kejuaraan. Pemain seperti itu tetap bisa terdeteksi,” jelas Gede Suyasa saat membuka Bupati Cup, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, penjaringan melalui sistem undangan dipilih agar proses seleksi berjalan lebih efektif dan sesuai target waktu. Askab PSSI Buleleng ingin segera mendapatkan gambaran mengenai komposisi pemain yang akan dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Target kami, bibit pemain harus sudah ditemukan pada akhir Desember 2026. Harapannya, pada Januari 2027 kami sudah memiliki tim dan bisa mulai mempersiapkan diri sebagai calon tim Porprov Bali,” ungkapnya.
Meski peserta ditentukan melalui undangan, pertandingan tetap menggunakan format kompetisi sehingga tim pemantau dapat melihat kemampuan pemain dalam situasi pertandingan sesungguhnya. Penentuan peserta juga mempertimbangkan kesiapan klub, termasuk mengganti sejumlah klub yang tidak dapat berpartisipasi dengan klub lain yang siap bertanding.
Gede Suyasa menegaskan, klub memiliki posisi penting dalam membangun kualitas sepak bola daerah. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten menjadi fondasi untuk mencetak pemain yang mampu bersaing dan siap ketika dibutuhkan untuk memperkuat tim kabupaten.
“Bagaimanapun juga, pembinaan pemain bersumber dari klub. Kalau klub tidak melakukan pembinaan secara berkesinambungan, tentu ada kemungkinan mereka tidak siap ketika dibutuhkan untuk mengikuti kompetisi,” tegasnya.
Prioritaskan Pemain Asli Buleleng
Dalam menyusun tim untuk Porprov Bali 2027, Askab PSSI Buleleng berkomitmen mengutamakan pemain lokal. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Bupati Buleleng agar tim yang dibentuk sebisa mungkin diisi oleh atlet yang berasal dari daerah sendiri.



